ENTRANCE LOBBY

Master Plan & Public Building
Location MANDALA SUCI WENARA WANA (MONKEY FOREST) UBUD | BALI | INDONESIA Client DESA PAKRAMAN PADANGTEGAL Team ARCHITECTURAL PRINCIPAL : DDAP ARCHITECT, STRUCTURE DESIGN : SAKA UNDAGI DESIGN, MEP DESIGN : NAYANA Appointment FEB 2016 Status TENDER Photographer ┬ęDDAP

FROM FUNCTION TO IDENTITY

 

Mengacu ke konsep perancangan master plan yang mengorientasikan Tri Mandala secara terpusat, area pada PLOT 1 termasuk pada zona Nistaning Utama. Arsitektur yang paling berperan tentunya bangunan Lobby, dimana Lobby merupakan area keluar masuknya pengunjung ke Monkey Forest.

Area Lobby merupakan area yang menjadi kesan pertama pengunjung ketika datang ke Monkey Forest. Karakter lobby sangat diutamakan terutama guna mencerminkan keunikan dan identitas desa Padangtegal sebagai pengelola sekaligus pemilik kawasan ini. 

Adapun latar belakang konsep perancangan ini bermula dari fungsi. Lobby merupakan tempat manusia berorientasi. Ketika pengunjung datang mereka memiliki banyak tujuan. Membeli tiket, Informasi, Lost & Found, Toilet, cafe dan masih banyak lagi. Dengan demikian di Lobby akan terjadi banyak aktifitas yang memiliki banyak orientasi, dan guna merespon hal tersebut maka bentuk lingkaranlah yang paling cocok dipakai sebagai bentuk dasar. Lingkaran memiliki banyak sisi, sehingga ketika manusia berada di area lingkaran, tidak ada satu sisi yang diprioritaskan begitu juga halnya dengan lobby, Ketika pengunjung datang, semua adalah prioritas sesuai dengan aktifitas pengunjung masing-masing.

Kemudian bagaimana dengan karakter padangtegal itu sendiri? Untuk menyikapi hal ini, perancangan bermula dari identitas padangtegal sebagai desa pakraman. Tidak jauh berbeda dengan perancangan master plan, perancangan lobby ini juga bermula dari Pura Dalem Padangtegal. Di pura dalem terdapat arca Linggayoni yang dipuja oleh masyarakat Padangtegal. Sebegitu pentingnya arca ini, sampai-sampai logo padangtegal juga berupa terjemahan dari arca ini yang yang menjadi sebuah symbol. Pada symbol ini refleksi arca lingga yoni diletakkan pada bagian tengah yang dihiasi dengan 8  helai daun teratai (padma asta dala) dengan susunan pola melingkar. 

transformasi :

Dengan menyikapi bentuk dasar lobby berupa lingkaran, memiliki kesamaan dengan logo padangtegal yang juga memiliki pola dasar lingkaran. Transformasi konsep ini didasari dengan penggabungan unsur-unsur yang terdapat pada simbol desa pakraman Padangtegal dengan bentuk dasar lingkaran. Penggabungan unsur-unsur pada logo diterjemahkan menjadi rancangan-rancangan yang dapat dikaitkan dengan fungsi arsitektur dan estetika. Transformasi tersebut antara lain : 1. Pola Padma Asta Dala yang berupa susunan daun diterjemahkan menjadi pola atap lobby. 2. Cincin-cincin yang terdapat pada Padma Asta Dala diterjemahkan menjadi posisi kolom struktur lobby. 3. Pola Padma Asta Dala diterjemahkan menjadi pola lantai yang bersifat estetika. 4. Lingga yoni pada bagian tengah symbol diterjemahkan menjadi sculpture yang menjadi elemen estetika berupa patung lingga yang terdapat di tengah-tengah lobby. Selain menjadi unsur fisik, lingga yoni juga diterjemahkan ke dalam tema bangunan dimana unsur maskulin lingga diterjemahkan pada struktur-struktur yang kokoh, sedangkan unsur feminim dari yoni diterjemahkan pada ornamen-ornamen estetika yang menjadi pemanis yang akan mempercantik rancangan. 

Project data : 
Project Name : Entrance Lobby Mandala Suci Wenara Wana
Year : May 2016
Construction start : September 2016
Client : Desa Pakraman Padangtegal
Location : Monkey Forest Ubud
Site area : 87.000 Ha
Build up area : 1036 sqm
Floor area : 1152 sqm
Concept Consultant : DDAP architect
Architectural Consultant : DDAP architect
Structural Consultant : Sakha Undagi Design
MEP Consultant : Nayana Engineering
Design team : Dirgantara, Yuni Utami, Banyu Priautama, Saputra, Iwan, Widhi, Wiranata
Status: Construction