MONKEY FOREST PARK COMPETITION

Competitions - Master Plan & Public Building
Location UBUD | BALI | INDONESIA Client DESA PEKRAMAN PADANGTEGAL Team DIRGANTARA, UNIY UTAMI, BANYU PRIAUTAMA Appointment SEPT 2015 Status 1ST WINNER

CONCENTRIC TRI MANDALA

AS RESPONSE TO MONKEY FOREST PARK RECREATION PLAN

CONCEPT BACKGROUND

Monkey Forest Ubud atau bisa juga disebut Mandala Suci Wenara Wana merupakan  objek yang tersohor di Indonesia bahkan dunia. Dibalik tersohornya nama Monkey Forest Ubud, orang-orang sering lupa bahwa yang paling penting pada kawasan ini adalah Pura Dalem Padangtegal. Tanpa kehadiran pura ini, Padangtegal tidak akan disebut sebagai sebuah desa, karena tidak memenuhi persyaratan terkait dengan kelengkapan Kahyangan Tiga.

Jadi permasalahan utama pada perancangan Master Plan ini, lebih terkait dengan Bagaimana menyikapi perkembangan dari eksisting kawasan suci Pura Dalem Padangtegal yang sudah terbangun agar sesuai dengan perancangan Master Plan yang baru dengan mengedepankan Pura Dalem Padangtegal sebagai acuan utama Perencanaan dan perancangan. 

CONCENTRIC TRI MANDALA

Dari analisa kawasan, dapat dilihat bahwa walaupun perkembangan Pura Dalem Padangtegal secara organik, tetapi perancangan terdahulu ternyata membentuk suatu pola, yaitu pola memusat yang terkonsentrasi ke arah Pura Dalem Padangtegal. Hal tersebut dapat dilihat dari posisi fungsi-fungsi penunjang tersusun berorientasi ke arah Pura Dalem. Fungsi tersebut antara lain, Pura Dalem Padangtegal yang merupakan zona Utama berada pada kontur tertinggi kawasan yang menyebabkan posisi pura pada bagian tengah. Wantilan, Open stage dan Plaza yang bersifat Madya lebih ke arah sisi,  Pintu Masuk/Keluar dan pengelolaan kompos yang biasanya disebut zona Nista lebih ke arah Luar. Walapun posisi ini tidak sepenuhnya menyerupai lingkaran tapi secara sifat bisa disebut terkonsentrasi ke arah tengah. Jadi CONCENTRIC TRI MANDALA, merupokan konsep perencanaan kawasan dengan berlandaskan pada Tri Mandala yang terkonsentrasi ke arah zona utama dimana pada perancangan ini zona utama lebih ke arah tengah. Selain bertujuan untuk memecahkan masalah yang sudah dijabarkan, Concentric Tri Mandala diharapkan mampu sebagai acuan untuk perancangan kedepannya dengan berlaku sebagai guidelines.

 

STRATEGIES

Dalam pengaplikasian konsep, tidak akan dapat bekerja tanpa adanya strategi sehingga beberapa ide-ide dasar yang dapat dikembangkan, akan menjadi tolak ukur rancangan sekaligus menjadi batasan masalah perancangan. Ide dasar tersebut adalah :

 

GRID

Sesuai dengan konsep awal "berguru ke pura", statement tersebut dipakai sebagai langkah yang diambil dalam menentukan grid perancangan. Lebar dari pura Dalem Padangtegal yang berhadapan langsung terhadap site memiliki panjang 40m. Dari konteks yang berbeda, jika dilihat terkait dengan walkability, 40m merupakan 30 detik orang berjalan kaki sehingga dengan modul ini kelipatan dari 40m bisa dipakai untuk mengukur waktu perjalanan. Bukan hanya dari segi dimensi, orientasi grid pada site perancangan juga mengikuti orientasi pura dalem Padangtegal.

 

ZONING

Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, penempatan zoning lebih berpatokan pada Sanga Mandala. Pada site yang akan direncanakan, sebagian besar area masuk ke zona nista sehingga pembagian zoning lebih terbagi ke tiga zona nista yaitu nistaning utama, nistaning madya dan nistaning nista. Pada zona Nistaning Utama ditempati oleh fungsi utama site yaitu sebagai Lobby dan main gate menuju Monkey Forest. Fungsi yang berada pada Nistaning Madya lebih mengarah ke sifat rekreasi dan penunjang dari main gate itu sendiri. Dan entrance/exit site dan gedung parkir menempati zona nista.

FOREST

Image monkey forest sebagai hutan kera harus tetap dicerminkan dalam rancangan ini, maka dari itu sebisa mungkin pada rancangan harus memiliki taman dan pepohonan sebanyak mungkin. Hal tersebut ditanggapi dengan membuat central park pada area tengah site. Area ini kurang lebih setengah dari keseluruhan site.

ECOLOGY

Merespon isu dunia tentang Global Warming, beberapa langkah diambil guna mengurangi efek tersebut. Langkah-langkah yang diambil antara lain adalah :Urban Farming. Pada beberapa area, disediakan lahan untuk berkebun, lebih ke konsep DapurIdup bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan apotikidup dan hutan yadnya. Waste Management. Walaupun area ini tidak berada pada perancagan, tetapi menanggapi pengembangannya, patut disediakan  lahan yang akan dipakai jika diperlukan. Rain water reharvesting. Dalam hal ini konsep zero water dipakai pada perancangan ini, dengan tujuan tidak membebani drainase lingkungan sekitar.BIPV. Saat ini panel tenaga surya telah dapat diintegrasikan dengan bangunan, hal ini dapat diterapkan pada bangunan parkir di sisi timur.

 

 

MONKEY FOREST UBUD

Address: Jalan Monkey Forest – Padangtegal – Ubud – Gianyar- Bali (80571)

www.monkeyforestubud.com